Saturday, May 24, 2008

Hidup Adalah Realitas




Ketika kita menerapkan bahwa hidup adalah sebuah konsep pemahaman, yang berdasarkan akidah atau agama, dan konsep itu diyakini dan dipegang oleh seorang individu, bukan secara umum akan menjadi semu atau tidak jelas.
Tidak jelas arah dan tujuannya, karena hanya sebuah konsep individual yang menutup diri secara umum meski landasannya agama.
Pemahaman konsep secara individual, sesungguhnya tidak pernah memperdulikan nasip orang lain, baik susah maupun senang yang terpenting orang lain bisa dijalankan sesuai konsep yang dipegang.
Tidak pernah terbayang bahwa setiap individu punya punya jalan dan nasip yang berbeda, mungkin dalam keadaan susah ikut mengekpresikan kesusahan orang lain dan ketika orang lain gembira maka disambutnya dengan senyum. Namun itu hanya sebuah simpati untuk memperoleh sugesti orang lain, bukankah angin timur selalu mengikuti sebagai bahasa yang lembut. Sayangnya ketika dalam keadaan terjepit dia rela menyerahkan angin barat untuk menghempaskan jiwa – jiwa yang terguncang karena persepsi umum masuk dalam jiwa pengikutnya.
Orang lain dalam arti orang yang tidak sepaham dengan konsep ini jelas selalu disalahkan, bahkan negarapun ikut disalahkan. Padahal belum atau tidak bisa berbuat apa – apa untuk negara ini, hanya bisa berkomentas tidak jelas pangkang ujungnya !
Ingatlah pahlawan – pahlawan negri ini tidak pernah menuntut apa – apa kecuali pengakuan kita yang hanya bisa menuntut dan menyalahkan !
Sekali lagi ini hanyalah sebuah konsep, konsep yang berlandaskan agama dan akidah yang tertutup secara umum, tentunya banyak pengikut yang selalu timbul tenggelam karena realitasnya sulit dibuktikan.
Mohon maaf yang saya tuliskan bukan tentang aliran kepercayaan ataupun aliran sesat yang akhir – akhir ini timbul tenggelah keberadaannya dan itu akan selalu ada sepangjang zaman. Yang saya maksut disini adalah konsep atau pemikiran individualistik yang kebetulan berlandaskan agama sebagai pegangannya, namun karena sifat tertutupnya atau tertanam kuat oleh jiwa seseorang seolah - olah menjadi sebuah keyakinan.
Padahal ini adalah sebuah pemikiran atau gagasan manusia, sayangnya membawa atau berlandaskan agama jadinya terbentuklah sebuah ideologi.
Siapapun yang mengikutinya dia akan selalu bertanya kemana ia akan dibawa lama – lama terjadi pemberontakan karena tujuan tidak sesuai edngan realitas. Sangsi dengan nasip dirinya. Jiwanya menjadi hancur karena mengiku sebuah konsep atas dasar individu. Beruntuk kalau masih punya pemikiran jernih untuk kembali atau dia berpegang konsep secara umum, kalau tidak mungkin jiwa ini seolah seperti mayat hidup. Tidak bisa berkarya dan berkreasi untuk meneruskan perjuangan hidup, keputusasaan !
Mungkin kalau anda seorang muslim bisa mencontoh perjalanan hidup Rosullulah saw.
Dicontohkan ketika Muhammad Saw kecil sudah hidup yatim piatu diasuh kakeknya hidup sebagai manusia pada umumya. Ketika sudah beranjak dewasa mulai karirnya dengan berdagang dan sukses sebagai seorang pedagang. Sisi inilah yang banyak dicontoh para santri maupun orang yang perpegang pada konsep individual banyak sekali diterapkan. Namun sangat sedikit yang meraih kesuksesan karena landasanya individualis bukan memandang secara umum.
Ingatlah bahwa Rosullulah juga pernah menggembala ternak milik pamanya berarti bekerja pada orang lain, dan ingatlah ketika Rosullulah memutuskan untuk menikah atas dasar yang jelas ! sisi ini yang sering kita lupakan. Makanya umat islam hanya mengusai sisi distribusi dan komsumsi. Kita tidak dapat produktif pada umumnya karena yang dipegang hanya salah satu sisi konsep individualis.
Kembali topik semula konsep yang dipahami individu dan diyakini oleh individu lain karena sebuah sugesti dari pengaruh pandangan dan konsep seseorang maka akan ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi :
Pertama
Keegoisan, karena konsep yang ia pahami dan yakini ada pembenaran
Kedua
Sombong, konsep yang telah merasuk dalam jiwa individu akan memiliki pengikut yang tidak terputus, yang seolah – olah menjadi besar dan menjadikan jiwa individu lupa diri !
Ketiga
Berkuasa, karena setiap langkah ada yang meyakini dan menyangsikan, semakin banyaklah pengikutnya.
Dan pada akhirnya jalan setan terbuka untuk menjerumuskan manusia dengan persepsi individualis. Maka tanpa terucap, tanpa adanya kesangsian secara umum menyamakan dirinya dengan Tuhan yang bisa menentukan nasip atau jalan hidup seseorang!
Pada akhirnya konsep ideologis manusia itu akan hancur mengikuti waktu, karena kebenaran akan selalu tegak di muka bumi ini.
Salam sejahtera bagi seluruh anak bangsa !
Mohon maaf bila tulisan saya kurang bisa dipahami atau punya persepsi yang salah, karena ini hanya sebuah ungkapan atas nama individu yang saya alihkan dalam sudut pandang individualisme supaya bahasanya tidak terkesan menghina kelompok atau orang lain yang memiliki persepsi individualis.
Karena individualisme berdasarkan suatu konsep agama atas nama pribadi, akan selalu akau tentang ucapannya karena hidup ini adalah realitas, bukan omong kosong !
Kritik dan saran saya tunggu

No comments:

Post a Comment

Semua hal akan indah pada waktunya, Tingalkan komentar anda di sini